Run Rhino Run

31 May 2012

Kampanye Publik bagi Pelestarian Badak Jawa

Taman Nasional Ujung Kulon memilik kawasan seluas 1.206 km yang mencakup 443kmkawasan laut di ujung barat Pulau Jawa. Letusan Krakatau pada 1883 menyebabkan tsunami yang menghancurkan perkampungan masyarakat serta menutupi kawasan tersebut dengan lapisan debu setebal 30 cm, menjadikan tidak layak bagi kehidupan manusia.

Eksodus besar-besaran dari kawasan tersebut menyebabkan kawasan ini menjadi kawasan perlindungan terakhir bagi sejumlah flora dan fauna - termasuk badak Jawa, banteng dan macan tutul - serta hutan dataran rendah terakhir di Pulau Jawa. Saat ini, Ujung Kulon juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang hidup di wilayah penyangganya. WWF berupaya memfasilitasi pemasukkan ekonomi yang lestari dan pemberdayaan masyarakat di kawasan tersebut.

WWF percaya keberhasilan upaya pelestarian dan pemberdayaan masyarakat setempat perlu didukung oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi badak Jawa. Salah satu cara membangun ke-sadartahuan masyarakat adalah melalui kegiatan lari lintas di sekitar kawan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. WWF-Indonesia bekerjasama dengan komunitas pelari Indo Runners akan melakukan fun nature tracking 10K (lintas alam) “Run Rhino Run” pada tanggal 24 Juni 2012 bagi para pecinta lari dan lingkungan untuk berpartipasi dalam kampanye pelestarian badak Jawa.

POTENSI LIPUTAN:

  • Run Rhino Run Fun Nature Tracking 10K dan Lari Amal
    Berbeda dengan event lari yang marak diadakan akhir-akhir ini, Run Rhino Run mengambil lokasi di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. Para pelari akan melewati lintasan dengan latar belakang perbukitan, sawah serta berlari di pantai barat pulau Jawa dengan pemandangan ke Gunung Krakatau. Pelari utama, sebanyak 50 peserta, diseleksi melalui kompetisi online. Sedangkan sekitar 100-an peserta lainnya terbuka bagi orang-orang yang berdonasi khusus bagi konservasi badak Jawa, masyarakat lokal disekitar kawasan, staf Balai TN Ujung Kulon, publik figure dan mitra WWF lainnya.
  • Kawasan Konservasi Badak Jawa di TN Ujung Kulon
    Ahli badak dari WWF-Indonesia dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon akan mendampingi perjalanan ke habitat terakhir badak Jawa di dunia. Selain badak, populasi banteng (Bos Javanicus) masih dengan mudah ditemui di kawasan ini yang juga merupakan World Heritage Site UNESCO.
  • Transplantasi Karang di Pulau Badul
    Metode Transplantasi karang adalah metode yang paling mudah diterapkan untuk perbaikan ekosistem karang yang rusak dan meningkatkan produksi perikanan serta mengembangkan potensi ekowisata.
  • Kerajinan Patung dan Batik Badak
    Salah satu kerajinan khas dari desa-desa penyangga Taman Nasional Ujung Kulon adalah kerajinan patung badak yang dibatik langsung diatas kayu. Kerajinan ini menjadi pemasukkan alternatif bagi masyarakat.

NARA SUMBER:

  • Adhi Haryadi ; Project Leader Program Ujung Kulon dan ahli badak Jawa WWF-Indonesia
  • Prof. Hadi Alikodra ; Pakar Badak dan Guru Besar IPB
  • Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. ; Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon
  • Nugie, Davina, Jamaica Cafe, Anda Wardhana, Public Figure, Aktivis Lingkungan
  • Komunitas Indo Runners
  • Komunitas Masyarakat Kawasan Penyangga Taman Nasional Ujung Kulon

Untuk informasi lebih lanjut mengenai badak Jawa atau Taman Nasional Ujung Kulon dapat mengakses http://www.wwf.or.id/rhinocare


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive