EARTH HOUR: Lebih Dari Sekedar Mematikan Lampu

27 Feb 2013

Earth-Hour

Jakarta, 27 Februari 2013: Earth Hour, gerakan lingkungan terbesar di dunia kembali meluncurkan kampanye tahun 2013 berdasarkan keberhasilan yang telah dicapai tahun 2012.

Andy Ridley, CEO dan Co-Founder Earth Hour menyatakan secara global bahwa Earth Hour akan berlangsung pada hari Sabtu, 23 Maret, mulai pukul 20.30 - 21.30.

“Earth Hour selalu menjadi lebih dari sebuah kampanye matikan lampu, dan sampai sekarang kami telah menyaksikan banyak sekali aksi lingkungan yang luar biasa, yang sejalan dengan target jangka panjang kami,” jelas Ridley.

“Desember lalu, Parlemen Rusiamengeluarkan sebuah peraturan perundangan yang telah lama ditunggu-tunggu terkait perlindungan laut terhadap polusi tumpahan minyak setelah 120.000 suara warga Rusia diajukan kepada pemerintah selama kampanye I Will If You Will di Earth Hour 2012,” lanjutnya.

Mengikuti kesuksesan besar ini, tim Earth Hour di WWF Rusia menargetkan bahwa pada 2013 mereka berharap untuk mendapatkan 100.000 tandatangan warga Rusia untuk mendukung dikeluarkannya peraturan perundangan terkait kehutanan. Jika berhasil, peraturan ini akan menghentikan industri penebangan di area seluas dua kali negara Perancis, dimana area ini mencakup kawasan lindung seluas 18% total hutan di negara itu.

Di Afrika, program pertama Earth Hour Forest muncul. Uganda: langkah pertama dalam 6.000 hektar penggundulan hutanyang muncul di negara itu setiap bulannya. WWF Uganda mengidentifikasikan kurang lebih 2.700 hektar lahan terdegradasi yang akan ditanami setidaknya 500.000 pohon jenis lokal sebagai bagian dari kampanye Earth Hour 2013.

Festus Mogae, mantan presiden Botswana, membuat 4 tahun komitmen untuk menanam satu juta pohon lokal sebagai bagian dari tantangan “I Will If You Will”, dimulai dengan menanam 100.000 pohon di lahan terdegradasi Goodhope, Botswana Selatan.

Di Amerika Latin, persiapan Earth Hour atau dalam bahasa Spanyol “La Hora Del Planeta” Earth Hour Argentina berjalan baik. WWF berafiliasi dengan Fundacin Vida Silvestre Argentina memobilisasi ribuan peserta untuk mendukung dikeluarkannya undang-undang senat yang membuat Bano Burwood menjadi kawasan lindung laut atau Marine Protected Area (MPA) terbesar di Negara tersebut.

Jika undang-undang senat ini berhasil dikeluarkan, 3,4 juta hektar MPA akan mendapatkan perlindungan dari Zona Ekonomi Eksklusif Argentina, dari 1% ke 4%.

Setelah kantor Earth Hour pindah ke Singapura, tim Earth Hour global mengamati pergerakan kampanye yang super cepat di seluruh dunia, terutama aksi dari Asia. “Ini Aksiku! Mana Aksimu?” - inisiatif I Will If You Will dalam bahasa Indonesia - memimpin kampanye revolusioner lewat twitter untuk memobilisasi 30 kota di Indonesia untuk partisipasi dalam aksi perubahan gaya hidup hemat energi lebih dari sekadar mematikan lampu selama 1 jam.

“Lewat slogan ‘Ini Aksiku! Mana Aksimu?’, Earth Hour di Indonesia berhasil mengajak ribuan orang untuk memulai aksi hemat energi yang mungkin belum pernah mereka lakukan sebelumnya,” jelas Verena Puspawardani, Koordinator Kampanye, Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia.

Di AmerikaSerikat, hampir 35.000 Pramuka perempuan mengambil bagian dalam Earth Hour tahun lalu melalui Program Hemat Energi dan memasang 132,1411 lampu hemat energi di seluruh negeri. Dampak mengejutkannya: 34 ribu ton emisi CO2 dihemat, atau setara dengan penyerapan lebih dari 7.000 phon per tahun.

“Kedua keberhasilan tersebut adalah bukti kekuatan aksi kolektif dan potensi kemenangan di masa datang, yang digerakkan oleh jutaan orang di bawah bendera Earth Hour,” ujar Ridley.

Aksi publik dalam gerakan Earth Hour juga menyemangati dua voluntir dari Libya, Muhammed Nattah dan Muhammad Bugashata. Dengan bantuan pramuka, mereka berhasil memelopori gerakan lingkungan perdana di negara mereka pasca perang sipil.

“Saya sudah ingin bergabung di tahun 2011, tapi tidak punya pilihan karena kota tempat tinggal dilanda peperangan,” ungkap Nattah.

“Tahun ini kami berhasil mengajak dua sampai lima kota untuk bergabung di Earth Hour, bekerjasama dengan beberapa lembaga, dan menjadi bagian dalam tantangan ‘I Will If You Will’,” jelas Bugashata.

Ridley percaya bahwa aksi publik yang masif dalam kampanye Earth Hour dan semangat “pasti bisa” dalam memobilisasi pendukung adalah titik-titik penting yang dapat menghindarkan kita dari ancaman masa depan yang tidak berkelanjutan.

Orang-orang dari semua lapisan masyarakat, dari semua bangsa di seluruh dunia, adalah darah bagi komunitas global Earth Hour yang saling terhubung. Melewati sekian panjang periode kampanye, jika kita percaya pada sesuatu, kita bisa mencapai hal-hal menakjubkan yang awalnya kita pikir tidak mungkin diraih. Ini bukan cuma cerita unik. Ini sudah terjadi di seluruh dunia,” tutup Ridley.

Sejak tahun 2007 ketika 2,2 juta orang ikut serta dalam Earth Hour pertama di Sydney, Australia, Earth Hour menjadi gerakan bersama di lebih dari 7.000 kota di 152 negara dengan ratusan juta peserta di tujuh benua.

Earth Hour bukan hanya kampanye yang acaranya dirayakan tahunan, tapi gerakan terus menerus yang memicu aksi nyata dalam mengubah keberlangsungan hidup kita di bumi.

Earth Hour akan berlangsung pada Hari Sabtu 23 Maret pukul 20.30 - 21.30

MULTIMEDIA

KONTAK MEDIA

BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS EARTH HOUR INDONESIA

Untuk pertanyaan yang berkenaan dengan Earth Hour, dapat menghubungi Tim Inti Kota Koordinator disini -> http://de.tk/jF7Lu


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive